x_3bb8afef

Rabu, 26 Oktober 2011

Kisah Nabi Idris AS Melihat Surga dan Neraka (3)


Kisah Nabi Idris AS Melihat Surga dan Neraka (3)

sorga-neraka
Setiap hari Malaikat Izrael dan Nabi Idris beribadah bersama. Suatu kali, sekali lagi Nabi Idris mengajukan permintaan. “Bisakah engkau membawa saya melihat surga dan neraka?”
“Wahai Nabi Allah, lagi-lagi permintaanmu aneh,” kata Izrael.
Setelah Malaikat Izrael memohon izin kepada Allah, dibawanya Nabi Idris ke tempat yang ingin dilihatnya.
“Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat neraka? Bahkan para Malaikat pun takut melihatnya,” kata Izrael.
“Terus terang, saya takut sekali kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan, iman saya menjadi tebal setelah melihatnya,” Nabi Idris menjelaskan alasannya.
Waktu mereka sampai ke dekat neraka, Nabi Idris langsung pingsan. Penjaga neraka adalah Malaikat yang sangat menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka kepada Allah semasa hidupnya. Nabi Idris tidak sanggup menyaksikan berbagai siksaan yang mengerikan itu. Api neraka berkobar dahsyat, bunyinya bergemuruh menakutkan, tak ada pemandangan yang lebih mengerikan dibanding tempat ini.
Dengan tubuh lemas Nabi Idris meninggalkan tempat yang mengerikan itu. Kemudian Izrael membawa Nabi Idris ke surga. “Assalamu’alaikum…” kata Izrael kepada Malaikat Ridwan, Malaikat penjaga pintu surga yang sangat tampan.
Wajah Malaikat Ridwan selalu berseri-seri di hiasi senyum ramah. Siapapun akan senang memandangnya. Sikapnya amat sopan, dengan lemah lembut ia mempersilahkan para penghuni surga untuk memasuki tempat yang mulia itu.
Waktu melihat isi surga, Nabi Idris kembali nyaris pingsan karena terpesona. Semua yang ada di dalamnya begitu indah dan menakjubkan. Nabi Idris terpukau  tanpa bisa berkata-kata melihat pemandangan sangat indah di depannya. “Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah…” ucap Nabi Idris beulang-ulang.
Nabi Idris melihat sungai-sungai yang airnya bening seperti kaca. Di pinggir sungai terdapat pohon-pohon yang batangnya terbuat dari emas dan perak. Ada juga istana-istana pualam bagi penghuni surga. Pohon buah-buahan ada disetiap penjuru. Buahnya segar, ranum dan harum.
Waktu berkeliling di sana, Nabi Idris diiringi pelayan surga. Mereka adalah para bidadari yang cantik jelita dan anak-anak muda yang amat tampan wajahnya. Mereka bertingkah laku dan berbicara dengan sopan.
Mendadak Nabi Idris ingin minum air sungai surga. “Bolehkah saya meminumnya? Airnya kelihatan sejuk dan segar sekali.”
“Silahkan minum, inilah minuman untuk penghuni surga.” Jawab Izrael. Pelayan surga datang membawakan gelas minuman berupa piala yang terbuat dari emas dan perak. Nabi Idris pun minum air itu dengan nikmat. Dia amat bersyukur bisa menikmati air minum yang begitu segar dan luar biasa enak. Tak pernah terbayangkan olehnya ada minuman selezat itu. “Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah,” Nabi Idris mengucap syukur berulang-ulang.
Setelah puas melihat surga, tibalah waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk kembali ke bumi. Tapi ia tidak mau kembali ke bumi. Hatinya sudah terpikat keindahan dan kenikmatan surga Allah.
“Saya tidak mau keluar dari surga ini, saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti,” kata Nabi Idris.
“Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah di hisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para Nabi dan orang yang beriman lainnya,” kata Izrael.
“Tapi Allah itu Maha Pengasih, terutama kepada Nabi-Nya. Akhirnya Allah mengkaruniakan sebuah tempat yang mulia di langit, dan Nabi Idris menjadi satu-satunya Nabi yang menghuni surga tanpa mengalami kematian. Waktu diangkat ke tempat itu, Nabi Isris berusia 82 tahun.
Firman Allah:
“Dan ceritakanlah Idris di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah orang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi, dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS Al-Anbiya:85-86).
***
Pada saat Nabi Muhammad sedang melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj ke langit, beliau bertemu Nabi Idris. “Siapa orang ini? Tanya Nabi Muhammad kepada Jibril yang mendampinginya waktu itu.
“Inilah Idris,” jawab Jibril. Nabi Muhammad mendapat penjelasan Allah tentang Idris dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 85 dan 86, serta Surat Maryam ayat 56 dan 57.

misteri kehidupan setelah mati


Tak sedikit orang yang pernah mengalami fenomena mati suri, koma tak sadarkan diri, atau pengalaman hampir mati secara permanen. Ia menjadi satu bagian misteri kehidupan yang membingungkan para medis dan seringkali dihubungkan dengan aktivitas supranatural…
Namun ilmuwan asal Slovenia yang tertarik dengan misteri pengalaman hampir mati ini (near-death experience – NDE) telah menemukan petunjuk penting dalam fenomena tersebut. Studi terbaru ini diterbitkan dalam jurnal medis Critical Care.
Peneliti Slovenia itu melakukan pemeriksaan terhadap 52 pasien serangan jantung di tiga rumah sakit besar. Dari jumlah itu, 11 di antaranya dilaporkan telah mengalami NDE yang seringkali digambarkan mereka yang pernah mengalami sebagai perasaan seolah menuju cahaya terang, perasaan tenang dan damai, memasuki lorong gelap yang diujungnya begitu berkilau…
Studi menunjukkan bahwa sekitar 10 – 25% pasien serangan jantung telah merasakan pengalaman hampir mati.
Ternyata misteri NDE ini berhubungan dengan kadar karbon dioksida dalam darah mereka dan kemungkinan besar arah kekurangan oksigen. Hubungan antara kekurangan oksigen di otak dan pengalaman menjelang kematian memang telah dibicarakan selama bertahun-tahun.
Peneliti Inggris Dr Susan Blackmore, penulis buku “Dying to Live: Near-Death Experiences” (Prometheus Books, 1993), mencatat bahwa banyak NDE (seperti euforia dan rasa bergerak menuju cahaya putih) sebenarnya gejala khas kekurangan oksigen.
Serangan jantung terjadi ketika pasokan darah terhambat dari jantung. Karena jantung secara mendadak menghentikan sirkulasi darah, akibatnya otak mengalami kekurangan oksigen, sementara karbon dioksida meningkat. Karbon dioksida merupakan racun dalam konsentrasi tinggi.
Tidak hanya gejala anoxia (kekurangan oksigen) sangat mirip dengan gejala NDE, tapi pasien yang memiliki konsentrasi karbon dioksida tertinggi dalam darah mereka melaporkan secara signifikan mengalami NDE lebih potensial dari pada orang-orang dengan tingkat karbon dioksida yang lebih rendah
dalam darah mereka.
Sebagai respon terhadap stres serangan jantung, endorfin pembunuh rasa sakit dilepaskan oleh tubuh yang dapat menciptakan efek kegembiraan dan halusinasi.
Proses serupa juga terjadi pada konsumsi obat-obatan, termasuk ketamin (halusinogen mirip dengan PCP, digunakan terutama sebagai obat bius). Meskipun banyak yang percaya bahwa pengalaman menjelang kematian memberikan bukti kehidupan setelah kematian, faktanya ini bisa terjadi akibat proses kimiawi di dalam tubuh yang buakn akibat sebab supranatural.*

Jumat, 21 Oktober 2011

penyebab pemakaian hp

Pemakaian telepon seluler/ponsel yang terlalu lama menempel di telinga dapat mengakibatkan aktivitas sel otak berubah. Radiasi elektromagnetik yang lemah dari ponsel bisa mempengaruhi aktivitas sel-sel di otak.
Ilmuwan dari National Institutes of Health AS menemukan bahwa menghabiskan waktu 50 menit dengan telepon seluler yang menempel di telinga sudah cukup untuk mengubah aktivitas sel di bagian otak. Metabolisme glukosa (tanda aktivitas otak) akan meningkat di daerah otak yang paling dekat dengan antena telepon seluler.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana otak bereaksi terhadap medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh sinyal telepon seluler. Yang mengejutkan adalah radiasi elektromagnetik yang lemah dari ponsel bisa mempengaruhi aktivitas sel-sel di otak.
Tim peneliti mempelajari 47 partisipan yang di-scan otaknya saat menggunakan telepon seluler selama 50 menit dan saat telepon dimatikan. Peneliti menemukan adanya peningkatan metabolisme glukosa sekitar 7 persen pada daerah otak yang paling dekat dengan antena ponsel saat telepon sedang digunakan. Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association.
Penggunaan ponsel telah meningkat secara drastis dan saat ini diperkirakan ada sekitar 5 miliar ponsel yang digunakan di seluruh dunia. Walaupun ponsel kerap dihubungkan dengan risiko kanker otak, tapi belum ada bukti yang cukup meyakinkan mengenai hal tersebut.
Diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan apakah sinyal dari ponsel ini memiliki pengaruh langsung terhadap metabolisme sel-sel di otak, serta menyelidiki apakah efek ini bisa berpengaruh terhadap kesehatan seseorang. Meskipun belum diketahui dengan pasti apakah hal ini bisa menimbulkan risiko atau tidak, tapi sebaiknya seseorang jangan terlalu lama menempelkan telepon seluler di telinganya.